Pages

Sabtu, 30 April 2011

Realisasi Penerimaan Pajak Capai 25%

Harian Seputar Indonesia, 23 April 2011
JAKARTA– Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan optimistis target penerimaan pajak tahun ini akan terealisasi. Optimisme tersebut berdasarkan pada realisasi penerimaan pajak hingga triwulan I tahun ini yang tercatat 25% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp708 triliun.

Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Euis Fatimah mengatakan, realisasi triwulan I diperkirakan meningkat seiring bertambahnya penerimaan dari Pajak Penghasilan (PPh) badan hingga akhir April 2011. ”Kami akan terus memberikan edukasi kepada semua pihak, baik perorangan maupun badan, untuk membayar pajak,” tuturnya di Jakarta, Kamis (21/4).

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat tercatat dalam lima besar KPP penyumbang penerimaan negara terbesar.Hingga 31 Maret 2011, KPP Madya Jakarta Pusat mencatat realisasi penerimaan pajak 26% dari target 2011 yang dipatok Rp19,93 triliun. ”Hingga 31 Maret, realisasi penerimaannya sudah mencapai Rp5,18 triliun,” ungkap Kepala KPP Madya Jakarta Pusat Rina Tampubolon kemarin.

Target penerimaan pajak KPP Madya Jakarta Pusat tahun ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp15,27 triliun. Rina mengatakan, KPP Madya Jakarta Pusat memiliki kontribusi 58% pada penerimaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat. Sebanyak 1.023 wajib pajak terdapat di KPP yang dipimpinnya. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada 2004, sejak KPP ini diresmikan,yaitu hanya 200 wajib pajak.

Di bagian lain, pemerintah berupaya mencari komposisi alokasi anggaran belanja agar lebih efisien pada 2012.Pemerintah menargetkan penghematan anggaran belanja negara minimal sebesar Rp16,8 triliun seperti tahun ini. Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengungkapkan, instruksi presiden mengenai penghematan anggaran belanja negara yang mulai diterapkan pada tahun anggaran 2011, akan diterapkan kembali pada tahun anggaran berikutnya.

Sektor yang menjadi bidikan efisiensi anggaran terbesar adalah alokasi belanja nonoperasional dibanding belanja operasional.Belanja operasional yang meliputi belanja pegawai dan belanja barang, termasuk belanja mengikat dan kecil kemungkinan dilakukan efisiensi. Adapun belanja nonoperasional seperti rapat,seminar, perjalanan dinas, dan pembangunan gedung baru paling memungkinkan untuk dihemat.


sumber: Ortax.org

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam